Cari Blog Ini

31/05/2025

Apa Pentingnya Menggugat Ijazah Pak Jokowi?

Salah satu isu yang dianggap penting dan mendapat perhatian di tanah air pada Mei 2025 -tepatnya Pak Jokowi tidak lagi menjadi Presiden RI- adalah kliam terhadap ijazah Jokowi. Satu kelompok mengkliam bahwa ijazah Pak Jokowi palsu. Sedangkan Pak Jokowi beserta kelompok yang mendukung ijazah beliau adalah asli.

Kelompok yang mengatakan ijazah Pak Jokowi palsu berdasarkan keahlian pada bidang dan analisis masing-masing. Sedangkan Pak Jokowi kekeh mengatakan beliau memiliki ijazah asli walaupun sampai saat ini belum tampak beliau menunjukkan aslinya. Tuduhan ijazah palsu ini berujung pada laporan dan pemeriksaan pihak berwajib.

Pada 31 Mei 2025, di tengah-tengah kasus isu ijazah palsu ini, Pak Ngabalin nimbrung. Sudah lama tak ada kabar, sekali ada kabar nimbrung masalah ijazah Pak Jokowi. Hehehe. Selain isu daripada ijazah Pak Jokowi muncul tentang flek yang ada di wajah Pak Jokowi (sumber: youtube Tribun Jateng). Waduh, viral ni. Saya tidak menyangka bahwa Pak Jokowi begitu mendapat perhatian bahkan masalah flek saja diperhatikan. Bahkan ada yang mengaitkan flek hitam yang ada di wajah Pak Jokowi dengan campur tangan Tuhan dengan mengatakan bahwa jalur langit sudah bekerja.

Dalam hal ini, saya memiliki pandangan yang berbeda. Apa yang kita bicarakan dan dengarkan dalam berbagai forum tentang ijazah palsu tujuannya apa sih? Apakah ada orang yang diuntungkan dalam isu ini? Apakah jika memang terbukti palsu akan merubah keadaan negara saat ini? Apakah Pak Jokowi akan mengembalikan gaji dan fasilitas yang diterimanya selama ini? Tentu banyak pertanyaan-pertanyaan yang lain.

Menjadi rakyat intelektual yang kritis perlu. Namun jangan sampai isu ini menutupi dan menyoroti hal-hal penting di negara kita. Jangan sampai isu ini menjadi tirai bagi masyarakat untuk mengetahui hal urgen yang terjadi di negara besar yang kita cintai ini. 

Bagi yang memiliki pandangan terbaik silahkan sampaikan pada kolom komentar dengan bahasa yang baik.

Tidak ada komentar: